Upaya penguatan kelembagaan di Taman Nasional Ujung Kulon terus digalakkan. Inisiatif ini menitikberatkan pada pentingnya konseling dan coaching sebagai sarana untuk memperkuat kapasitas serta kemampuan adaptif tim konservasi di kawasan tersebut.
Pada 11–14 Oktober 2025, Conservation Synergies yang diwakili oleh Alastair Nelson melaksanakan kajian situasi di Taman Nasional Ujung Kulon. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami konteks dan kebutuhan tim konservasi dalam rangka pengembangan program penguatan kelembagaan melalui pendekatan konseling dan coaching.
Kajian situasi dilakukan melalui penjajakan lapangan guna memperoleh informasi langsung dari para anggota yang bekerja di lapangan. Proses ini tidak hanya melibatkan staf Taman Nasional Ujung Kulon, tetapi juga mitra-mitra konservasi yang aktif berperan di kawasan tersebut. Pendekatan ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap tantangan nyata dalam pengelolaan konservasi di lapangan.
Conservation Synergies merupakan sebuah organisasi yang menyediakan layanan dalam mendukung pemerintah, donor, LSM, dan mitra lainnya untuk melihat permasalahan dan isu dari perspektif baru, serta belajar dari para ahli di berbagai bidang. Conservation Synergies membangun sistem yang menekankan nilai-nilai, etika, dan tujuan baik secara organisasi maupun individu untuk memberikan dampak konservasi jangka panjang, serta membantu mewujudkan dunia yang lebih baik. Kolaborasi kali ini didukung oleh Save the Rhino International sebagai bagian dari upaya pelestarian badak jawa.

