Suaka Badak Kelian

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Indonesia menginisiasi pembangunan Suaka Badak Kelian (SBK) yang berlokasi di Hutan Lindung Kelian Lestari, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

SBK dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur dengan dukungan berbagai organisasi konservasi, termasuk Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT).

Dengan luas 405,83 hektar, fasilitas SBK mencakup boma, paddock, kandang perawatan, laboratorium, nursery, serta sarana operasional lainnya. Saat ini SBK menjadi rumah bagi Pahu, badak sumatera betina yang ditranslokasi pada tahun 2018.

Pengelolaan kawasan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter hewan, keeper badak, tim pakan dan habitat, serta tim fasilitas untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan satwa secara optimal.

 

Kolaborasi dan Inovasi

Dalam upaya menjawab tantangan reproduksi, ALeRT dan BKSDA Kalimantan Timur mengembangkan program Assisted Reproductive Technology (ART) bekerja sama dengan IPB University dan Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research.

Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mengatasi hambatan reproduksi dan meningkatkan peluang keberhasilan konservasi badak sumatera di Kalimantan.

Partisipasi Masyarakat Lokal

SBK dikelilingi oleh desa-desa penyangga yang menjadi bagian penting dalam strategi konservasi. ALeRT bersama BKSDA Kalimantan Timur melibatkan masyarakat lokal dalam operasional kawasan.

Tim SBK saat ini terdiri dari 17 personel yang merupakan gabungan staf ALeRT Kalimantan Timur dan Mitra Masyarakat Polhut (MMP) BKSDA Kalimantan Timur.

Adapun ruang intervensi ALeRT Kalimantan Timur dengan BKSDA Kalimantan Timur meliputi pemantauan sisa populasi badak kalimantan di kantung habitat yang tersisa, perawatan harian Pahu, dan pengembangan teknologi untuk membantu dalam menangani masalah reproduksi Pahu.

Pendekatan ini memastikan konservasi tidak hanya berbasis kawasan, tetapi juga berbasis komunitas.