Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di bumi. Kalimantan memiliki hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayati yang kaya dengan ribuan spesies tumbuhan dan hewan, termasuk spesies langka seperti orangutan, badak, dan gajah. Bentang alamnya yang masih asri menyediakan tempat tinggal bagi berbagai spesies tersebut.
Salah satu satwa yang dapat ditemukan di Kalimantan adalah badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) yang tengah berada di kondisi kritis atas menyusutnya populasi. Untuk itu usaha meningkatkan populasinya dilakukan oleh pemerintah Indonesia, salah satunya melalui kegiatan Suaka Badak Kelian di Hutan Lindung Kelian Lestari, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Suaka Badak Kelian (SBK) dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan dibantu oleh berbagai NGO yang peduli akan kelestarian badak ini, salah satunya adalah Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT). Terdapat Dokter Hewan, Keeper Badak, Tim Pakan dan Habitat, Tim Fasilitas untuk memastikan kebutuhan badak terpenuhi.
Saat ini SBK menjadi tempat tinggal bagi Pahu, seekor Badak sumatera betina yang di translokasi pada tahun 2018 lalu. Kegiatan di SBK meliputi perawatan rutin seperti penyediaan pakan bagi badak serta patroli pengamanan pagar paddock. Untuk memastikan kesehatan badak yang ada juga dilakukan pengecekan fisik, tes urin serta feses, dan pengecekan kesehatan alat reproduksi. Pengamatan terhadap prilaku badak yang terdapat di SBK juga dilakukan demi meningkatkan pemahaman mengenai Badak sumatera ini.






Kami juga terus berupaya untuk tetap melestarikan badak sumatra yang berada di Kalimantan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan teknologi reproduksi berbantu atau Assisted Reproductive Technology (ART). Kolaborasi berbagai pihak untuk pengambilan sel Telur Badak Pahu dilakukan bersama tim dokter gabungan dari Direktorat KSG, SKHB IPB university, Leibniz – IZW Jerman, Colosal USA, BKSDA Kalimantan Timur dan Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT).
Tidak hanya melakukan kegiatan di dalam SBK, upaya pelestarian badak juga dilakukan di lapangan melalui pemetaan daerah potensi persebaran badak sumatera di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Untuk memetakan sebaran badak dilakukan survey okupansi, survey sosial, dan survey eDNA.


