Atas undangan dari BKSDA Bengkulu, Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT) bersama Yayasan Konservasi Elang Indonesia (YKEI) berkesempatan mempresentasikan proposal calon penerima dana hibah CONSERVE Lanskap Seblat yang berjudul “Penyusunan data dan dokumentasi keragaman satwa liar yang berpostensi sebagai objek daya tarik ekowisata di TWA Seblat”.
Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu mengungkap potensi satwa liar—terutama gajah Sumatera—sebagai bagian dari daya tarik ekowisata yang berpihak pada konservasi dan masyarakat. Sebuah langkah awal untuk mendukung lahirnya ekowisata berbasis keanekaragaman hayati dan budaya lokal.
Dengan data yang akurat, pengembangan wisata alam dapat dirancang secara berkelanjutan: mendukung keseimbangan ekosistem, memberi ruang edukasi, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan harapan, potensi satwa seperti gajah Sumatera dan satwa liar bisa menjadi pintu masuk bagi ekowisata yang berpihak pada alam dan masyarakat.
Ekowisata bukan hanya soal wisata. Ia adalah ruang edukasi, peluang ekonomi lokal, dan penguat konservasi.
Satu langkah kecil menuju harmoni antara pelestarian alam dan pariwisata berkelanjutan. Semoga dari sini tumbuh inspirasi baru untuk menjaga, mencintai, dan merayakan alam—bersama.






