Survey biodiversitas, baik melalui pengamatan langsung maupun dengan bantuan teknologi, dilakukan untuk memahami keanekaragaman hayati di suatu wilayah, menilai kondisi ekosistem, serta mendukung perencanaan konservasi yang berbasis data. Survei ini membantu mengidentifikasi spesies, besar populasinya, sebarannya, dan mendeteksi perubahan lingkungan maupun potensi ancaman seperti perburuan atau degradasi habitat.

Di Taman Nasional Ujung Kulon ALeRT mendukung kegiatan monitoring badak jawa melalui kegiatan Rhino Monitoring Unit. Dengan menggunakan kamera jebak dan pendataan menggunakan SMART Patrol. Data yang dikumpulkan akan digunakan dalam menyusun informasi mengenai individu badak jawa, populasi, dan sebarannya. Informasi yang dihasilkan akan digunakan untuk merencanakan upaya Informasi yang dihasilkan akan digunakan untuk merencanakan upaya perlindungan dan pengelolaan habitat secara lebih tepat sasaran. Dengan mengetahui sebaran dan jumlah individu badak jawa, strategi konservasi dapat disesuaikan untuk meminimalkan ancaman, meningkatkan efektivitas patroli, serta menjaga kondisi habitat agar tetap mendukung kelangsungan hidup spesies yang sangat terancam punah ini.

Mentok rimba (Asarcornis scutulata) merupakan salah satu spesies satwa yang terancam punah dan menjadi perhatian konservasi di Taman Nasional Way Kambas. Untuk mendukung upaya pelestariannya, Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT) turut berperan melalui kegiatan survei habitat mentok rimba, guna mengetahui kondisi dan potensi wilayah yang masih sesuai bagi keberlangsungan hidup spesies ini. Selain itu, ALeRT juga melaksanakan monitoring keanekaragaman satwa lainnya, khususnya di wilayah restorasi, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem secara menyeluruh di kawasan tersebut.

Pulau Kalimantan menjadi satu-satunya habitat alami bagi sub-spesies badak sumatera yang dikenal sebagai Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni). Keberadaannya yang sangat langka dan tersembunyi menjadikan informasi tentang populasi dan sebarannya masih terbatas. Oleh karena itu, Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur untuk melaksanakan serangkaian survei intensif.

Survei ini dilakukan dengan metode yang beragam, seperti pemasangan kamera jebak, pengumpulan data jejak dan tanda-tanda keberadaan satwa, serta pengambilan sampel eDNA dari sumber-sumber air di hutan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi wilayah potensial tempat badak Kalimantan masih bertahan hidup dan mendapatkan estimasi populasi yang lebih akurat.