Dalam penerapan Integrated Prevention Model (IPM) dan SMART Profiles, kemampuan observasi dan pengumpulan data jadi kunci utama. Karena itu, tim dari BTNUK, ALeRT, dan YABI turun langsung ke lapangan untuk melatih kepekaan dalam melihat, mencatat, dan memahami apa yang terjadi di sekitar mereka.
Soalnya, dari observasi yang tajam dan data yang akurat, kita bisa merangkai informasi yang dibutuhkan untuk ambil keputusan terbaik dalam upaya perlindungan kawasan konservasi. Setiap detail yang tercatat di lapangan, sekecil apa pun, bisa memberikan gambaran besar tentang kondisi satwa, habitat, hingga potensi ancaman yang ada. Informasi inilah yang jadi fondasi penting dalam menyusun strategi konservasi yang tepat sasaran. Bukan hanya reaktif, tapi juga preventif dan adaptif terhadap perubahan.






